Kamis, 19 Agustus 2010

GURU DAN RELASI KOLEGIALITAS

Seorang guru tidak pernah menjadi hebat, sendirian saja. Atau seorang Kepala sekolah tidak akan pernah menjadi kepala sekolah hebat tanpa di dukung oleh guru-guru yang hebat pula. Untuk menjadi sama-sama hebat, mereka membutuhkan hubungan kolegialitas saling membutuhkan. Hubungan yang bersifat kolegial dapat memperkuat eksistensi sekolah berbudaya efektif. Sekolah efektif itu, sekolah yang mampu memberdayakan secara maksimal fungsi-peran-kemampuan guru dan kepala sekolah menjadi proses pem-budaya-an sekolah efektif.

RELASI DEMOKRATIS, DIALOGIS: guru-guru-kepala sekolah
Dalam era pendidikan yang bersifat terbuka dan demokratis, sewajarnya hubungan antar guru juga bersifat terbuka, dialogis, demokratis dan saling membantu untuk mengembangkan kwalitas profesi dan pendampingan peserta didik. Sifat relasi demokratis ini, sesungguhnya berdasar pada kesadaran akan kesamaan derajat dan nilai. Bukan otoriter. Ada ”ruang” untuk mengemukakan pendapat, berbicara secara terbuka antar guru dengan guru sebagai teman sekolega. Atau antara guru dengan pimpinan sekolah.
Tapi dalam banyak kasus, hubungan struktural antara guru dengan kepala sekolah sering terhambat. Guru (umumnya guru muda) takut kepada kepala sekolah. Sehingga menciptakan hubungan yang tidak harmonis. Relasi disharmonis antar warga sekolah dapat berdampak kontra prestasi.
Relasi disharmonis bisa jadi, karena beberapa faktor penghambat. Bisa dari internal guru sendiri, atau eksternal, misalnya: a). Kepala sekolahnya jauh, main kuasa, tidak akrab dengan gurunya. b). Guru takut dinilai kepala sekolah. Atau c). model kepemimpinan yang tidak tepat / tidak kena kepada orang-orang yang dipimpin. Kepala sekolah yang main kuasa terhadap guru, dan otoriter dalam kepemimipinannya, perlu penyadaran bahwa mereka sendirian tanpa diperkuat guru, tidak mungkin menyelenggarakan pendidikan di sekolah secara efektif.

Pola relasi guru – guru - kepala sekolah, dalam tugas persekolahan merupakan perwujudan ”paguyuban” warga sekolah. Paguyuban yang berlandas pada satu kepentingan, pelayanan mewujudkan pendidikan bermartabat dan berkwalitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar