Tuhan telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia mempunyai akal untuk berpikir sehingga menjadikannya mampu menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Namun dibalik kelebihannya manusia mempunyai kekurangan, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa “manusia adalah tempatnya salah dan lupa” HR. Jadi adalah wajar ketika kita alpa atau lupa akan sesuatu hal.
Namun hal ini tidak boleh dijadikan pijakan berfikir dalam menuntut ilmu, karena Nabi Muhammad dalam haditsnya yang lain mengatakan ”barang siapa menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga”. Penjelasan hadits mengenai manusia merupakan tempatnya salah dan lupa adalah mengingatkan kita kembali bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna, oleh karenanya jika membuat kesalahan manusia harus segera bertaubat.
Berkaitan dengan kondisi lupa terhadap informasi merupakan fitrah manusia maka bagaimana caranya agar informasi yang penting dapat diingat ketika dibutuhkan. Beberapa guru sering kali mengeluh siswanya yang acap kali lupa pada materi pelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang mengharuskan siswa banyak mencatat dan menghafal. Padahal setiap materi pelajaran itu biasanya akan saling berkaitan, materi sebelumnya akan berhubungan dengan materi berikutnya.
Oleh sebab itu guru perlu memberikan keterampilan kepada siswa untuk mengatur informasi dan materi-materi pelajaran yang diberikan sehingga membuatnya tidak lupa dan ingat ketika memerlukan informasi tersebut. Peta Pikiran atau Mind Mapping adalah teknik mempelajari konsep yang ditemukan oleh Buzan seorang ahli psikologi dari Inggris. metode peta pikiran ini didasarkan pada cara kerja otak menyimpan informasi.
Menurut Dryden dan Vos, otak tidak menyimpan informasi dalam kumpulan baris atau kolom yang rapi. Otak menyimpan informasi pada dendrit-dendrit yang tampak seperti pohon. Ia juga menyimpan informasi dengan pola dan asosiasi. Jadi semakin mampu anda bekerja dengan metode memori otak, semakin mudah dan semakin cepat anda belajar. Selama ini pembelajaran yang biasa diberikan di sekolah tidak berdasarkan pada sistem kerja otak.
Sebagaimana hujatan untuk sekolah yang dikatakan Maurizal, bahwa kebanyakan sekolah hanya mengajak anak menggunakan otak kiri saja. Anak dipaksa menghafal dan berhitung saja. Tak heran jika banyak yang menggugat mengapa produk dari pendidikan Indonesia tidak banyak menghasilkan insan yang kreatif, mandiri dan tangguh. Kebanyakan produk pendidikan hanya mampu menghasilkan pencari kerja dan pasrah bila belum dapat.
Kemungkinan besar kegagalan dari pendidikan seperti banyaknya siswa yang tidak lulus ujian dan banyaknya pengangguran setelah lulus sekolah, salah satu faktor penyebabnya karena pembelajaran tidak didasarkan pada cara kerja otak dan tidak ada keseimbangan pada cara kerja dua belahan otak. Dan menurut Saleh, Andri (2008) “Mind Map sangat mirip dengan neuron dalam sel otak manusia, membentuk jaringan yang luas namun saling berkaitan satu sama lain”.
Oleh karena itu manfaat Mind Mapping adalah untuk membantu siswa dalam proses mengingat dengan lebih mudah karena di dalamnya terdapat warna, gambar dan kata kunci yang jauh lebih menarik bagi otak. Pada saat pelajaran biasanya guru akan menyuruh siswa untuk mencatat materi. Mencatat biasa dilakukan agar mempermudah siswa untuk berlatih mengingat, selain itu setelah pembelajaran usai siswa juga bisa membaca kembali catatan yang dimilikinya.
Teknik mencatat yang selama ini dilakukan di beberapa sekolah masih menggunakan teknik mencatat linier. Teknik ini dilakukan siswa dengan mencatat berurutan dalam bentuk garis lurus dengan menggunakan bulpoin hitam atau biru. Teknik mencatat ini hanya melakukan setengah pekerjaan otak karena keterampilan yang digunakan adalah melatih kemampuan otak kiri. Bobbi De Porter dan Mike Hernacki (2004) menyatakan bahwa, “Cara berpikirnya (otak kiri) sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta”.
Dalam teknik mencatat linier fungsi kinerja otak kurang maksimal termasuk dalam mengolah informasi yang didapat. Berbeda dengan teknik mencatat peta pikiran yang dapat menggabungkan dua fungsi belahan otak. Peta pikiran adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak, yang merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif.
Peta pikiran merupakan alat yang membantu otak berpikir secara teratur. Semua peta pikiran mempunyai kesamaan yakni menggunakan warna, gambar, garis lengkung dan mempunyai struktur mengakar dari pusatnya yang terletak di tengah-tengah. Sesuai dengan cara kerja penyimpanan memori di otak
Namun hal ini tidak boleh dijadikan pijakan berfikir dalam menuntut ilmu, karena Nabi Muhammad dalam haditsnya yang lain mengatakan ”barang siapa menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga”. Penjelasan hadits mengenai manusia merupakan tempatnya salah dan lupa adalah mengingatkan kita kembali bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna, oleh karenanya jika membuat kesalahan manusia harus segera bertaubat.
Berkaitan dengan kondisi lupa terhadap informasi merupakan fitrah manusia maka bagaimana caranya agar informasi yang penting dapat diingat ketika dibutuhkan. Beberapa guru sering kali mengeluh siswanya yang acap kali lupa pada materi pelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang mengharuskan siswa banyak mencatat dan menghafal. Padahal setiap materi pelajaran itu biasanya akan saling berkaitan, materi sebelumnya akan berhubungan dengan materi berikutnya.
Oleh sebab itu guru perlu memberikan keterampilan kepada siswa untuk mengatur informasi dan materi-materi pelajaran yang diberikan sehingga membuatnya tidak lupa dan ingat ketika memerlukan informasi tersebut. Peta Pikiran atau Mind Mapping adalah teknik mempelajari konsep yang ditemukan oleh Buzan seorang ahli psikologi dari Inggris. metode peta pikiran ini didasarkan pada cara kerja otak menyimpan informasi.
Menurut Dryden dan Vos, otak tidak menyimpan informasi dalam kumpulan baris atau kolom yang rapi. Otak menyimpan informasi pada dendrit-dendrit yang tampak seperti pohon. Ia juga menyimpan informasi dengan pola dan asosiasi. Jadi semakin mampu anda bekerja dengan metode memori otak, semakin mudah dan semakin cepat anda belajar. Selama ini pembelajaran yang biasa diberikan di sekolah tidak berdasarkan pada sistem kerja otak.
Sebagaimana hujatan untuk sekolah yang dikatakan Maurizal, bahwa kebanyakan sekolah hanya mengajak anak menggunakan otak kiri saja. Anak dipaksa menghafal dan berhitung saja. Tak heran jika banyak yang menggugat mengapa produk dari pendidikan Indonesia tidak banyak menghasilkan insan yang kreatif, mandiri dan tangguh. Kebanyakan produk pendidikan hanya mampu menghasilkan pencari kerja dan pasrah bila belum dapat.
Kemungkinan besar kegagalan dari pendidikan seperti banyaknya siswa yang tidak lulus ujian dan banyaknya pengangguran setelah lulus sekolah, salah satu faktor penyebabnya karena pembelajaran tidak didasarkan pada cara kerja otak dan tidak ada keseimbangan pada cara kerja dua belahan otak. Dan menurut Saleh, Andri (2008) “Mind Map sangat mirip dengan neuron dalam sel otak manusia, membentuk jaringan yang luas namun saling berkaitan satu sama lain”.
Oleh karena itu manfaat Mind Mapping adalah untuk membantu siswa dalam proses mengingat dengan lebih mudah karena di dalamnya terdapat warna, gambar dan kata kunci yang jauh lebih menarik bagi otak. Pada saat pelajaran biasanya guru akan menyuruh siswa untuk mencatat materi. Mencatat biasa dilakukan agar mempermudah siswa untuk berlatih mengingat, selain itu setelah pembelajaran usai siswa juga bisa membaca kembali catatan yang dimilikinya.
Teknik mencatat yang selama ini dilakukan di beberapa sekolah masih menggunakan teknik mencatat linier. Teknik ini dilakukan siswa dengan mencatat berurutan dalam bentuk garis lurus dengan menggunakan bulpoin hitam atau biru. Teknik mencatat ini hanya melakukan setengah pekerjaan otak karena keterampilan yang digunakan adalah melatih kemampuan otak kiri. Bobbi De Porter dan Mike Hernacki (2004) menyatakan bahwa, “Cara berpikirnya (otak kiri) sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta”.
Dalam teknik mencatat linier fungsi kinerja otak kurang maksimal termasuk dalam mengolah informasi yang didapat. Berbeda dengan teknik mencatat peta pikiran yang dapat menggabungkan dua fungsi belahan otak. Peta pikiran adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak, yang merupakan cara mencatat yang kreatif dan efektif.
Peta pikiran merupakan alat yang membantu otak berpikir secara teratur. Semua peta pikiran mempunyai kesamaan yakni menggunakan warna, gambar, garis lengkung dan mempunyai struktur mengakar dari pusatnya yang terletak di tengah-tengah. Sesuai dengan cara kerja penyimpanan memori di otak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar